Men-tuba Pertiwi

1 Januari 2017 pukul 22:11 | Ditulis dalam 365Puisi, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

~pencemaran-laut

Men-tuba Pertiwi~

Lihatlah itu…
Segala macam kotoran berjamaah,
Menuju pusara muara,
Lagi-lagi laut menelannya,
Tanpa sisa tanpa banyak kata.

Seroja Ungu, Lahir Kembali

21 Juni 2016 pukul 22:14 | Ditulis dalam Kawan-Kawan Ilalang, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , , , ,

~Seroja Ungu, Lahir Kembali~

karya: Bustan A. Romdhani

Tumbuh subur di air berlumpur,
Bersih diantara yang tak jernih,
Kala malam tak bertemu bulan muram,
Namun siang ia bersemangat riang,
Lihat itu katak tua bersantai diatasnya,
Entah beryoga atau berbisik canda,
Kala pula capung hinggap di kelopaknya,
Sejenak lelah dari antah berantah,
Pernah juga si jangkrik mampir pula,
Suarakan nada jentikkan sayapnya,
Seroja ungu mengapa sunyi selalu,
Adakah yang kau tunggu?
Siapakah yang kau nanti?
Lalu ia menutup mahkotanya,
Menenggelamkan diri ia rendah hati,
Menjadi seperti saudara-saudaranya yang hijau kini,
Di balik malam ia bersatu sunyi,
Saat pagi ia kan lahir kembali,
Seakan ia tak pernah menyimpan misteri.

Seruni Jingga

20 Juni 2016 pukul 22:11 | Ditulis dalam Kawan-Kawan Ilalang, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , , , , ,

~Seruni Jingga~

karya: Bustan A. Romdhani

Di pematang di bawah mega,
Ia merebah pada cakrawala,
Berbisik angin yang lembut,
Elegi ini jangan buatmu kalut,

Bukankah matahari bersamamu,
Seperti jingga kelopakmu,
Hangatnya ceriakan hari,
Meski waktu berlalu pergi,

Mekarlah dengan anggun,
Saat asamu terbentuk utuh,
Bersama angin terbang mengalun,
Ke tempat kau berlabuh.

Demo Malam

19 Juni 2016 pukul 22:08 | Ditulis dalam Kawan-Kawan Ilalang, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

~Demo Malam~

karya: Bustan A. Romdhani

Di kemarau yang kan datang,
Kala jagung akan berbaris,
Berjejer diatas pematang,
Pesta pora makan gratis,

Suara jangkrik mengundang,
Dansa belalang sambil terbang,
Perayaan sebelum santapan,
Terkaget mereka begitu heran,

Daun-daun yang dulu manis,
Kini getir pahit membara,
Tak mampu memakan habis,
Biasanya dulu tak ada sisa,

Tuhan… lalu kami makan apa,
Kegaduhan malam akan kegalauan,
Perut kami meraung menggila,
Apakah harus memakan kawan.

Jati, Sahabat Lama

18 Juni 2016 pukul 22:05 | Ditulis dalam Kawan-Kawan Ilalang, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

~Jati, Sahabat Lama~

karya: Bustan A. Romdhani

Tanah-tanah yang kering,
Berkapur, kering, berkerak,
Gurat di permukaan nampak,
Retak tiada air mengiring,

Jati melepas kehidupan,
Bermati suri tanpa wasiat,
Daun-daun berguguran,
Melepaskan yang tersirat,

Jika nanti hujan sudi hadir,
Membangunkanku terjaga,
Kuncupku syukur bergulir,
Bersama ilalang-ilalang muda.

Lotus Ungu

17 Juni 2016 pukul 22:03 | Ditulis dalam Kawan-Kawan Ilalang, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

~Lotus Ungu~

karya: Bustan A. Ramdhani

Basah… perairan telaga,
Di tengah pematang ilalang,
Hijaumu lebar menyangga,
Dari kejamnya air tenang,

Hangat fajar menyapu alam,
Beningnya terbias jadi intan,
Ia yang terjaga tadi malam,
Membuka diri dan keindahan,

Ungu membalut mahkotanya,
Kuning di dalamnya menyala,
Bunga lotus ungu namanya,
Berdiri anggun di tepi telaga,

Jangan kau layu segera,
Lebah-lebah kan bertandang,
Lalu kau santap mereka,
Terjebak luruh menghilang.

Sang Bambu 2

16 Juni 2016 pukul 22:00 | Ditulis dalam Kawan-Kawan Ilalang, Puisi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , ,

~Sang Bambu 2~

karya: Bustan A. Romdhani


Di tepian kelok aliran kali,
Rumpun-rumpun berdiri,
Saat muda menjadi pangan,
Saat tua jadi bahan papan,

Mereka membiarkan manusia,
Berkarya dari sayat tubuhnya,
Bilah-bilah jadi sampan,
Mencari ikan tambahan makan,

Lonjoran gurat halus penopang,
Ada susunan rebah jadi ranjang,
Manusia mampu bermimpi,
Manusia ingin berkarya seni,

Bambu-bambu yang damai,
Menari saat angin mengiringi,
Adakah dia akan tetap disini,
Melanjutkan kisah untuk generasi.

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.