~Demi Senyummu Kawan~

24 Januari 2011 pada 04:33 | Ditulis dalam Bebas, Puisi | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , ,

Kubuka mata dan coba memandang,

Sepertinya ia dirundung kegalauan,

Sorot matanya ungkap elegi kesedihan,

Seperti derita yang tak tertahankan.

Kucoba datang dan ulurkan tangan,

Sejatinya sebagai tanda persahabatan,

‘Tuk mengurangi siksa kepedihan,

Agar tiada lagi air mata yang hilang.

Kutawarkan sandaran pundakku… Kawan,

Lanjutkan Membaca ~Demi Senyummu Kawan~…

~ Persimpangan Jalan ~

14 Agustus 2010 pada 11:36 | Ditulis dalam Bebas, Puisi | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , ,

Bukankah sudah kuceritakan masa,
Ketika kau dihadapkan pilihan,
Berdiri di persimpangan jalan,
Jangan kembali tuk bertanya.

Bukankah lama ku bersamamu,
Kutunjukkan lika liku jalan ini,
Kuberikan kesempatan memilih,
Jangan bersamaku bila tak mampu.

Persimpangan jalan,
Jangan pernah memilih,
Tiada kesempatan lagi,
Masihkah kau bertanya,

Mungkin nampak sekilas senyumku,
Tapi itu hanya keterpaksaan saja,
Sebagai pelengkap sandiwara,
Di persimpangan jalan itu.

(May, 2010)

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.