~Hypno fur Stanza~

11 April 2011 pada 10:50 | Ditulis dalam Sebiru Mawar | 2 Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , ,

Melihatnya…

…diantara tabur berkas cahaya,

Adakah sedang bermimpi…

…atau ku terjaga,

Meski agak temaram…

Lanjutkan Membaca ~Hypno fur Stanza~…

~Demi Senyummu Kawan~

24 Januari 2011 pada 04:33 | Ditulis dalam Bebas, Puisi | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , ,

Kubuka mata dan coba memandang,

Sepertinya ia dirundung kegalauan,

Sorot matanya ungkap elegi kesedihan,

Seperti derita yang tak tertahankan.

Kucoba datang dan ulurkan tangan,

Sejatinya sebagai tanda persahabatan,

‘Tuk mengurangi siksa kepedihan,

Agar tiada lagi air mata yang hilang.

Kutawarkan sandaran pundakku… Kawan,

Lanjutkan Membaca ~Demi Senyummu Kawan~…

~TENTANG CINTA~

18 Maret 2010 pada 13:57 | Ditulis dalam Puisi, Sajak Untuk Kawan II | 1 Komentar
Kaitkata: , , , , ,

Dan ketika ia mulai tumbuh cepat,
Engkau tak sadar ia merungkuhmu,
Ketika engkau coba tuk patahkan,
Engkau tak sadar ia sayap-sayapmu,

Rasa sakit yang terlambat kau rasa,
Di setiap sayap-sayapmu yang patah,
Maka biarlah dan tetap berlalu,
Tanpa engkau sadari ia tumbuh kembali, Lanjutkan Membaca ~TENTANG CINTA~…

Sajak Kala Senja

3 Februari 2010 pada 16:39 | Ditulis dalam Puisi, Sajak Untuk Kawan II | 3 Komentar
Kaitkata: , , , ,

Mendung pekat selimuti kotaku,
Adakah hujan dan petir hadir disitu,
Sepertinya selaras dengan pikiranku.

Apakah salah jika memulai yang baru,
Ialah penghapusan kesalahan yang lalu,
Agar bayangannya tak menghantuiku.

Sudah cukup banyak akan khilaf,
Apakah mereka kan memberi maaf, Lanjutkan Membaca Sajak Kala Senja…

Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #1

17 Januari 2010 pada 14:30 | Ditulis dalam Cerita, Curhat | 6 Komentar
Kaitkata: , , ,

Jombang, Oktober 2002, musim rambutan datang dan pohon rambutan dirumahku berbuah lebat dan nampak sudah ranum buahnya, itu terlihat dari warna kulitnya yang sudah mulai nampak oranye kemerah-merahan. Di beranda rumah kala sore itu, kumpulan buah rambutan itu menggelantung dan bergoyang-goyang tertiup angin. Uhh, begitu menggoda pikirku. Langsung saja ku menuju pohon tersebut. Ku melihat keatas sejenak lalu kucoba memanjatnya. Dua batang utamanya memudahkan merambat perlahan keatas meski lumut keraknya kadang membuat pijakanku terasa agak licin. Ku pindah dari satu cabang ke cabang yang lain dan memetik sebanyak-banyaknya karena memang pohon rambutanku berbuah banyak.

Di samping rumah ku asyik menikmati buah rambutan yang baru kupetik beberapa menit yang lalu. Manis dan enak, rambutan aceh memang mantab. Ternyata buah yang kupetik tadi lumayan banyak, satu tas plastik berisi penuh, lalu ku berpikir sebaiknya buah ini kubagikan saja besok ke teman-temanku di SMP A Wahid  Hasyim Tebuireng. Lanjutkan Membaca Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #1…

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.