Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #2

21 Januari 2011 pada 04:08 | Ditulis dalam Autobiografi | 12 Komentar
Kaitkata: , , , ,

Dengan langkah agak terhuyung, aku menuju ke tempat Faiz tadi sambil memegangi pipiku yang sakit. Faiz tahu kalau telah terjadi padaku dan berkata,” Lho kenapa kamu, Bus? Pipimu koq memar?”, “Tadi lho, aku tiba-tiba dipukul Prapto”, jawabku agak merintih. Mendengar itu, Faiz langsung naik darah, maklum dia agak tempramen, dia berdiri dan sepertinya ingin membuat perhitungan. Tapi secepat kilat ku mencegahnya, ku bilang padanya ku tak mau cari ribut, apalagi jika ketahuan ada perkelahian maka akan diboyong (dikembalikan ke orang tua, Red.). Beberapa menit kemudian Lukman, Nanang dan Dennys pun datang dan seperti biasa bercanda membahas bahan-bahan gak penting. Lupa sudah kejadian yang menimpaku tadi. Mereka  memang sahabatku. Menghiburku agar aku tak terlalu larut dalam masalah. Tapi saat itu aku berpikir, ” Apa salahku ya ke Prapto, padahal selama ini aku bersikap biasa aja ke semua teman-teman”. Setelah bel masuk berbunyi, dan kami semua kembali ke kelas saat itu aku tak ingat apapun.

Jombang, Januari 2010. Seperti biasanya jika hari libur kampus, aku main ke Jombang dan tak lupa berkunjung ke rumahnya sahabatku, Lukman, menghilangkan stress. Bagaimana tidak, sahabatku yang satu ini selalu bisa bikin orang tertawa. Malam itu, aku sesekali bertanya padanya,”Bud (panggilan akrabku ke Lukman), pacarmu sekarang berapa? Lanjutkan Membaca Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #2…

Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #1

17 Januari 2010 pada 14:30 | Ditulis dalam Cerita, Curhat | 6 Komentar
Kaitkata: , , ,

Jombang, Oktober 2002, musim rambutan datang dan pohon rambutan dirumahku berbuah lebat dan nampak sudah ranum buahnya, itu terlihat dari warna kulitnya yang sudah mulai nampak oranye kemerah-merahan. Di beranda rumah kala sore itu, kumpulan buah rambutan itu menggelantung dan bergoyang-goyang tertiup angin. Uhh, begitu menggoda pikirku. Langsung saja ku menuju pohon tersebut. Ku melihat keatas sejenak lalu kucoba memanjatnya. Dua batang utamanya memudahkan merambat perlahan keatas meski lumut keraknya kadang membuat pijakanku terasa agak licin. Ku pindah dari satu cabang ke cabang yang lain dan memetik sebanyak-banyaknya karena memang pohon rambutanku berbuah banyak.

Di samping rumah ku asyik menikmati buah rambutan yang baru kupetik beberapa menit yang lalu. Manis dan enak, rambutan aceh memang mantab. Ternyata buah yang kupetik tadi lumayan banyak, satu tas plastik berisi penuh, lalu ku berpikir sebaiknya buah ini kubagikan saja besok ke teman-temanku di SMP A Wahid  Hasyim Tebuireng. Lanjutkan Membaca Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #1…

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.