Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #2
21 Januari 2011 pada 04:08 | Ditulis dalam Autobiografi | 12 KomentarKaitkata: Cerpen, Cinta Pertama, Eli, Friends, Kenangan
Dengan langkah agak terhuyung, aku menuju ke tempat Faiz tadi sambil memegangi pipiku yang sakit. Faiz tahu kalau telah terjadi padaku dan berkata,” Lho kenapa kamu, Bus? Pipimu koq memar?”, “Tadi lho, aku tiba-tiba dipukul Prapto”, jawabku agak merintih. Mendengar itu, Faiz langsung naik darah, maklum dia agak tempramen, dia berdiri dan sepertinya ingin membuat perhitungan. Tapi secepat kilat ku mencegahnya, ku bilang padanya ku tak mau cari ribut, apalagi jika ketahuan ada perkelahian maka akan diboyong (dikembalikan ke orang tua, Red.). Beberapa menit kemudian Lukman, Nanang dan Dennys pun datang dan seperti biasa bercanda membahas bahan-bahan gak penting. Lupa sudah kejadian yang menimpaku tadi. Mereka memang sahabatku. Menghiburku agar aku tak terlalu larut dalam masalah. Tapi saat itu aku berpikir, ” Apa salahku ya ke Prapto, padahal selama ini aku bersikap biasa aja ke semua teman-teman”. Setelah bel masuk berbunyi, dan kami semua kembali ke kelas saat itu aku tak ingat apapun.
Jombang, Januari 2010. Seperti biasanya jika hari libur kampus, aku main ke Jombang dan tak lupa berkunjung ke rumahnya sahabatku, Lukman, menghilangkan stress. Bagaimana tidak, sahabatku yang satu ini selalu bisa bikin orang tertawa. Malam itu, aku sesekali bertanya padanya,”Bud (panggilan akrabku ke Lukman), pacarmu sekarang berapa? Lanjutkan Membaca Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #2…
~ Kau dan Aku ~
14 Agustus 2010 pada 11:49 | Ditulis dalam Bebas, Puisi | Tinggalkan KomentarKaitkata: Cakrawala, Cinta Pertama, Friends, Puisi, senja
Mungkin hanya sebatas ini,
Perhatian yang mampu kuberi,
Karena ku takut mencintaimu,
Walau bisik hati merayuku.
Engkau bagai langit biru,
Sedang aku bagai bumi,
Terlampau jauh diriku dirimu,
Untuk kita menyatukan hati.
~ Persimpangan Jalan ~
14 Agustus 2010 pada 11:36 | Ditulis dalam Bebas, Puisi | Tinggalkan KomentarKaitkata: Cinta Pertama, persimpangan, pilihan, Puisi
Bukankah sudah kuceritakan masa,
Ketika kau dihadapkan pilihan,
Berdiri di persimpangan jalan,
Jangan kembali tuk bertanya.
Bukankah lama ku bersamamu,
Kutunjukkan lika liku jalan ini,
Kuberikan kesempatan memilih,
Jangan bersamaku bila tak mampu.
Persimpangan jalan,
Jangan pernah memilih,
Tiada kesempatan lagi,
Masihkah kau bertanya,
Mungkin nampak sekilas senyumku,
Tapi itu hanya keterpaksaan saja,
Sebagai pelengkap sandiwara,
Di persimpangan jalan itu.
(May, 2010)
Mengejar Bayangmu
3 Juli 2010 pada 15:13 | Ditulis dalam Bebas | Tinggalkan KomentarKaitkata: Cinta Pertama, Gadis, Jejak, Kenangan, Puisi, Rangkaian
Kususuri jejakmu di setapak berbatu,
Kadang langkahku…
…tertahan pijakan tak kukuh,
Tetap kulanjutkan…
…meski senja berpulang,
Dan malam nantikan bebintang.
Ku bertanya pada rumpun ilalang,
Adakah saksi bias bayangmu,
Tetapi hanya suara sepi bisu,
Kutetap berjalan…
…dengan panduan bintang-bintang.
Sanggupkah ‘tuk Mencinta
3 Juli 2010 pada 15:08 | Ditulis dalam Bebas | Tinggalkan KomentarKaitkata: Cinta Pertama, Emosi, Kenangan, Puisi
Mengapa engkau harus berlari,
Tatkala ku sebut nama dirinya,
Terlalu beratkah tuk mengerti,
Hatiku ini hanya untukmu cinta.
Jangan sampai ada rasa curiga,
Lengahkan bimbang di dirimu,
Ingatlah saja tentang arti kita,
Biarlah diriku mengisi jiwamu.
Meski ku tak selalu disisimu,
Bukankah ada hari untuk kita,
Berbagi kasih melepas rindu,
Maka buanglah galau yang ada.
Dan kutatap wajahmu merona,
Simpul senyum getarkan hati,
Dan inilah gelora rasa cinta,
Dariku… andai kau mengerti.
~TENTANG CINTA~
18 Maret 2010 pada 13:57 | Ditulis dalam Puisi, Sajak Untuk Kawan II | 1 KomentarKaitkata: Cinta Pertama, Emosi, Kenangan, Memori, Puisi, Terbang
Dan ketika ia mulai tumbuh cepat,
Engkau tak sadar ia merungkuhmu,
Ketika engkau coba tuk patahkan,
Engkau tak sadar ia sayap-sayapmu,
Rasa sakit yang terlambat kau rasa,
Di setiap sayap-sayapmu yang patah,
Maka biarlah dan tetap berlalu,
Tanpa engkau sadari ia tumbuh kembali, Lanjutkan Membaca ~TENTANG CINTA~…
Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #1
17 Januari 2010 pada 14:30 | Ditulis dalam Cerita, Curhat | 6 KomentarKaitkata: Cerpen, Cinta Pertama, Eli, Memori
Jombang, Oktober 2002, musim rambutan datang dan pohon rambutan dirumahku berbuah lebat dan nampak sudah ranum buahnya, itu terlihat dari warna kulitnya yang sudah mulai nampak oranye kemerah-merahan. Di beranda rumah kala sore itu, kumpulan buah rambutan itu menggelantung dan bergoyang-goyang tertiup angin. Uhh, begitu menggoda pikirku. Langsung saja ku menuju pohon tersebut. Ku melihat keatas sejenak lalu kucoba memanjatnya. Dua batang utamanya memudahkan merambat perlahan keatas meski lumut keraknya kadang membuat pijakanku terasa agak licin. Ku pindah dari satu cabang ke cabang yang lain dan memetik sebanyak-banyaknya karena memang pohon rambutanku berbuah banyak.
Di samping rumah ku asyik menikmati buah rambutan yang baru kupetik beberapa menit yang lalu. Manis dan enak, rambutan aceh memang mantab. Ternyata buah yang kupetik tadi lumayan banyak, satu tas plastik berisi penuh, lalu ku berpikir sebaiknya buah ini kubagikan saja besok ke teman-temanku di SMP A Wahid Hasyim Tebuireng. Lanjutkan Membaca Memori Yang Hilang: Apa Salahku? #1…
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.







