The Illusion of Light
20 Februari 2012 pukul 01:31 | Ditulis dalam Dua Bintang | Tinggalkan komentarKaitkata: Cakrawala, Emosi, Kenangan, Mimpi, Puisi, Rindu, senja, Teman, Waktu
Ku jala kenangan yang mengembara,
Karena lama ia tak tersapa…
Ia dan liarnya seperti udara,
Tak mau diam tiada pula kentara,
Ia dan gejolaknya seperti api,
Tak pernah mati meski sendiri,
Ia dan kekukuhannya seperti batu,
Tak dapat luruh meski ditelan waktu,
Ia dan ketenangannya seperti air,
Tak terusik namun tetap bergulir,
Diantara rajutan cahaya ia terjebak, Lanjutkan Membaca The Illusion of Light…
All Night Long
20 Juni 2011 pukul 01:19 | Ditulis dalam Curhat, Sebiru Mawar | Tinggalkan komentarKaitkata: cute, dream, miss, Poetry, smile, Star
When you wait until the night,
Without meet her eye sight,
No longer hold them right,
Join with me to see the light,
At the stars that smile bright,
Follow me to fly into the height,
Let me share… let me hold,
I wanna see your cute smile,
I just wanna… ’til end of that.
Malam dan Rindu: Hadirmu
19 Juni 2011 pukul 23:56 | Ditulis dalam Curhat, Puisi, Sebiru Mawar | Tinggalkan komentarKaitkata: Bintang, Cinta, Emosi, Jabat Tangan, Kenangan, Rangkaian, Rindu, Sebiru Mawar, senja, Stanza
Membuatku tersesat pada demensi…
tanpa ruang dan waktu,
Tak tahu bagaimana,
Dan entah mengapa,
Ia selalu hadir di tiap tetes hujan,
Tiap lukisan senja…
dan di tiap malam hangat berbintang,
Ia sangat menyenangkan…
sekaligus menyiksa,
Ingin berlari dan menghentikannya, Lanjutkan Membaca Malam dan Rindu: Hadirmu…
~Tanganmu…~
17 Juni 2011 pukul 02:30 | Ditulis dalam Bebas, Puisi | Tinggalkan komentarKaitkata: Friends, Friendship, Gadis, Jabat Tangan, Kenangan, Menjabat, Puisi, Rangkaian, Teman
Kini baru kurasakan sakitnya,
Dari ketinggian yang kucoba raih,
Ku coba terbang sendiri tanpamu,
Dan ku terhempas terjatuh.
Kini baru kusadari akan diriku,
Aku tak punya apa-apa,
Entah iblis apa yang merasuki,
Aku memilih cara ini.
Dan ketika engkau datang,
Ku hanya menatapmu terdiam,
Engkau ulurkan kembali tanganmu,
Menegakkan diriku menguatkanku.
Aku mulai sadar…
Engkau begitu perduli padaku,
Maafkan bila itu kusiakan,
Biar kini kuperbaiki insan.
~Raihlah Tanganku~
16 Juni 2011 pukul 12:19 | Ditulis dalam Bebas, Dua Bintang, Puisi | Tinggalkan komentarKaitkata: Bintang, Friends, Menjabat, Puisi, rahasia, tangan
Kadang ku melihat dirimu menangis sendiri…
Kadang ku melihat engkau melamun begitu dalam…
Maafkan aku, bukan ku bermaksud membaca sosok dirimu…
Tapi semua itu hanya berlalu di kilasan pandangan mataku…
Selama aku bisa menjadi teman yang bisa membuatmu ceria…
Hal-hal yang tak ku tahu biarlah itu menjadi rahasiamu…
Dan aku akan menceriakan duniamu…
Seperti aku menceriakan orang-orang di sekitarku…
Tersenyumlah dan ku kan menghilang.
~Roti Isi~
1 Mei 2011 pukul 14:52 | Ditulis dalam Bebas, Curhat | Tinggalkan komentarKaitkata: pengamen, roti, surabaya
Ku jelajahi ibu kota,
Yang katanya banyak jalannya,
Jalan darmo, kertajaya, gubeng, hingga bratang gede,
Katanya banyak gunungnya,
Gunung pakis gunung anyar,
Katanya juga banyak tambaknya, Lanjutkan Membaca ~Roti Isi~…
~Bait-Bait Maafku~
27 April 2011 pukul 06:52 | Ditulis dalam Sebiru Mawar | 2 KomentarKaitkata: Cinta, Hujan, Mawar
Kau pinta sejenak datangku,
Tapi entah tak terbesit olehku,
Ku tahu kecewa di benakmu,
Maafkan aku…
Demi tetes hujan di penantianmu,
Dan embun namaku di suaramu,
Kukirim kalimat dalam sajakku,
Tunggulah aku…
L for love, padamu…
________
OSP. Sebiru Mawar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.









